Pengadilan Agama Makassar

.

Berita Flash
PENGADILAN AGAMA MAKASSAR
Jl. Perintis Kemerdekaan KM.14, Daya, Makassar
TELP. 0411 479 4556/ Fax.0411 4794557,
E-Mail: pamakassar@yahoo.co.id

Hikmah Qurban Oleh: Syamsulbahri Salihima


2.   Menghidupkan dan menyiarkan sunnah Nabi Ibrahim a.s. yang kemudian ditetapkan dan dikukuhkan oleh Rasulullah SAW menjadi amaliah/ibadah yang utama bagi umat Islam.

3.   Dengan penyembelihan hewan qurban dan membagi-bagikan dagingnya ke pada para keluarga dan tetangga, terutama fakir miskin, atau orang tidak mampu, maka hal itu merupakan jalur pemerataan dan penyantunan.

4.   Menunjukkan tanda kesyukuran atas nikmat yang dikaruniakan oleh Allah SWT kepada manusia, yang telah menciptakan daging hewan yang tertentu menjadi makanan insani yang lezat.

Adapun kandungan pelajaran terhadap peristiwa qurban, adalah:

1.   Seorang yang taat dan patuh terhadap perintah Agama/Allah SWT, Nabi Ibrahim as, yang patuh dan taat serta didasari dengan Iman dan kesabaran serta ketabahan yang tinggi. Begitu pula terhadap anaknya, Nabi Ismail as yang mempunyai kesabaran dan ketaatan dalam menjalankan perintah agama, meskipun itu akan merenggut nyawanya.

2.   Dari segi edukatif (pendidikan), yakni melatih dan membentuk watak kaum muslimin untuk selalu siap berkorban, mengorbankan nikmat yang dikaruniakan Ilahi kepada mereka untuk kepentingan manusia yang lemah. Sebab setiap citra dan keberhasilan hidup hanya dapat dicapai dengan berbagai macam pengorbanan, dan tidak ada pengorbanan yang sia-sia atau percuma.

3.   Kemampuan menghadapi tantangan hidup yang ada. Seperti halnya hebatnya provokasi, hasutan, intrik-intrik yang dilakukan syaithan terhadap kedua Ibu Bapak dan anaknya yaitu; Ibrahim, St Hajar dan Ismail. Namun mereka tidak menghiraukan dan memandang hal itu sebagai tantangan yang harus dilalui serta dihadapi dengan tantangan pula. Lambang dari tantangan yang mereka lakukan bertiga ialah melempar batu kepada syaithan itu sebanyak 7 x.

Sebagai penutup, kami menghimbau kepada para hartawan dan dermawan, supaya sama-sama berusaha menggalakkan dan meningkatkan sembelihan hewan qurban. Hendaknya kita jangan sampai masuk dalam kategori yang pernah disinyalir oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya :

من و جد سعة لأ ن يضحي فلم يضح فلا يقر بن مصلا نا .

“Barang siapa mampu untuk berqurban, tetapi tidak dilaksanakannya maka janganlah dia mendekat ke tempat kami bershalat ini” (Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah dari Abi Hurairah).

Jadi dengan mengeluarkan uang kurang lebih Rp 1.000.000,- atau Rp 1.100.000,- untuk satu qurban ataukah seekor kambing, kita akan mempunyai deposito pada saat memerlukan pertolongan, di mana orang lain tidak ada yang bisa mengulurkan tangan lagi, baik ayah, ibu, isteri, suami atau anak sendiri.

Semoga Allah SWT memberkahi perjuangan dan pengorbanan kita ini dalam berbagai hal yang kita lakukan sebagai kebajikan, serta dapat diterima baik dengan ganjaran pahala yang tinggi nilainya di akhirat nanti, Insya Allah…Amin… Ya… Rabbal Alamin…   
----- شمس البحر-----