Pengadilan Agama Makassar

.

Berita Flash
PENGADILAN AGAMA MAKASSAR
Jl. Perintis Kemerdekaan KM.14, Daya, Makassar
TELP. 0411 479 4556/ Fax.0411 4794557,
E-Mail: pamakassar@yahoo.co.id

HADITS DHAIF & MAUDHU’

 HADITS DHAIF & MAUDHU’

oleh: Syamsulbahri Salihima

hadits

Upaya pelestarian keotentikan hadis Nabi saw telah dilakukan sejak masa sahabat dengan menggunakan metode kompirmasi. Setelah Nabi saw wafat, kegiatan kompirmatif ini tentu tidak lagi dilakukan oleh sahabat. Tetapi selanjutnya, para sahabat menanya-kan kepada orang lain yang ikut hadir mendengar dan menyaksikan hadis itu terjadi. Kegiatan penghimpunan hadis secara resmi dan massal, barulah dilakukan dipenghujung abad I H, atas inisiatif dan kebijakan Khalifah Umar bin Abd. Aziz.[1] Pada masa yang cukup panjang itu setelah wafatnya Rasul, telah terjadi pemalsuan-pemalsuan hadis yang dilakukan oleh beberapa golongan dengan tujuan tertentu. Atas kenyataan inilah, ulama hadis berupaya menghimpun hadis Nabi. Selain harus melakukan perlawatan untuk menghubungi para periwayat hadis yang tersebar di berbagai daerah, juga mengadakan penelitian identitas periwayat dan menyeleksi semua hadis yang mereka himpun.



     [1]Muhammad Abu Zahw, al-Hadīś wa al-Muhaddizūn (Mesir: Mathba’at al-Misriyah, t.th.), h. 245.

Baca Selengkapnya